Penumpang KAI jarak jauh Wajib Tes Rapid Antigen

oleh -123 views

Penumpang KAI soal Wajib Tes Rapid Antigen Aturan dari pemerintah yang baru

Pengguna jasa kereta api jarak jauh mengaku keberatan dengan rencana pemerintah memberlakukan ketentuan baru perjalanan jarak jauh selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Salah satu keberatannya adalah kewajiban penumpang kereta api dan pesawat jarak jauh melakukan rapid antigen test hingga 2 x 24 jam atau H-2 sebelum pemberangkatan.

Seorang pengguna kereta api jarak jauh bernama Ina yang memang sudah merencanakan liburan, misalnya, mengatakan hal itu akan menambah biaya perjalanan

Hanya untuk tiket KAI, Anda sudah menghabiskan Rp. 660 ribu untuk pulang pergi Jakarta-Malang. Selain tes cepat senilai 85 lakh, total uang yang dia habiskan adalah 850 rupiah.

“Pakai rapid antigen itu mahal, biayanya tiket kereta api, mungkin. Bisa jutaan rupiah hanya untuk transportasi. Malah bisa lebih karena niat sudah hampir seminggu. Pemerintah terlalu banyak,” ujarnya.

Selain biaya, dia juga menilai kebijakan tersebut akan memakan waktu. dalam proses keberangkatan penumpang

Karena masalah itu, dia harus menyisihkan waktu untuk pengujian. Selain itu, sejauh ini belum ada informasi apakah KAI akan membuka layanan uji coba rapid antigen di stasiun tersebut atau tidak.

“rapid test bisa di stasiun . Tapi kalau di rumah sakit juga jadi gangguan,” imbuhnya.

Hanya saja menurutnya, ada beberapa hal yang mungkin tidak bisa Anda lakukan untuk menghemat anggaran liburan.

KAI jarak jauh Wajib Tes Rapid Antigen

“Asalkan ada liburan. Masalahnya sulit mencari waktu liburan lagi dan ada yang bisa menemaninya ke sana,” kata Ina.

Pasalnya, fasilitas untuk mendapatkan rapid antigen secara cepat di daerah tidak semudah di Jakarta.

Jika jumlah wisatawan ke daerah Anda membludak, Anda khawatir arus balik akan sulit untuk diuji.

“Beda daerah. Harganya juga bisa beda. Saya sendiri belum tahu kalau ada antigen cepat di tempat saya,” keluhnya.

Sementara itu, Ketua dan Direktur PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo mengatakan, pihaknya masih menunggu instruksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait kebijakan uji antigen cepat bagi pengguna KA jarak jauh.

“KAI masih menunggu keputusan dari Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan,” kata Didiek.

Karena belum ada instruksi lebih lanjut, kata Didiek, KAI masih mewajibkan penumpang menggunakan rapid antibody test untuk saat ini.

Dia juga menolak berkomentar apakah KAI akan menyediakan layanan pengujian antigen cepat di stasiun seperti stasiun antibodi cepat saat ini di masa depan. artikel ini di ripos ulang dari CNN INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *