Awas Kosmetik Selundupan dari China dan Korea

oleh -119 views
kosmetik ilegal
Awas Kosmetik Selundupan dari China dan Korea, BPOM berhasil menyita Rp 10 Miliar Lebih BPOM lakukan pengkajian dan pencarian sepanjang lebih kurang 1-2 bulan, dengan hasil diketemukan produk kosmetik import ilegal

Awas Kosmetik Selundupan dari China dan Korea, BPOM berhasil menyita Rp 10 Miliar Lebih BPOM lakukan pengkajian dan pencarian sepanjang lebih kurang 1-2 bulan, dengan hasil diketemukan produk kosmetik import ilegal

Kosmetik ilegal hasil selundupan dari China dan Korea sebesar 10 miliar rupiah hasil tangkapan BPOM dan polisi di daerah Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jawa Barat, sepanjang satu bulan akhir diperlihatkan ke media, Selasa (22/12/2020)

Balai Besar POM di Jakarta bersama Korwas Penyidik Karyawan Negeri Sipil (PPNS) Polda Metro mengambil alih lebih dari 10 miliar rupiah kosmetik ilegal di daerah Jakarta Utara dan Jakarta Selatan, atau Jawa Barat, sepanjang satu bulan akhir.

Penemuan berawal dari laporan warga yang mengatakan jika ada rumah/ruko yang digunakan selaku gudang untuk simpan dan mengedarkan kosmetik ilegal.

Kosmetik ilegal hasil selundupan dari China dan Korea sebesar 10 miliar rupiah hasil tangkapan BPOM dan polisi di daerah Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jawa Barat, sepanjang satu bulan akhir diperlihatkan ke media, Selasa (22/12/2020). Berdasar info ini, selanjutnya BPOM lakukan pengkajian dan pencarian sepanjang lebih kurang 1-2 bulan, dengan hasil diketemukan produk kosmetik import ilegal.

Kepala badan POM RI Penny K. Lukito menerangkan, penemuan dikuasai oleh kosmetik import ilegal berbentuk produk perawatan kulit/muka selaku pencerah/glowing. Sebagian besar produk berawal dari China dan Korea.

“Untuk saat ini, ditemukan modus operasi yang dikerjakan terdakwa ialah mengedarkan kosmetik import ilegal secara online lewat basis e-commerce, dan membagikan produk itu lewat layanan angkutan online dan ekspedisi,” terang Penny dalam pertemuan jurnalis, Selasa (22/12/2020).

Penemuan Kosmetik Ilegal

Kepala badan POM sampaikan, pengusutan di Penjaringan Jakarta Utara dikerjakan di fasilitas pemasaran online satu bangunan ruko yang digunakan selaku gudang pada Kamis (05/11/2020).

Nilai penemuan tanda bukti berbentuk 14 tipe atau 27.299 pieces kosmetik dengan nilai keekonomian diprediksi capai 4.4 miliar rupiah.

Kosmetik ilegal hasil selundupan dari China dan Korea sebesar 10 miliar rupiah hasil tangkapan BPOM dan polisi di daerah Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jawa Barat, sepanjang satu bulan akhir diperlihatkan ke media, Selasa (22/12/2020). Pengusutan di Jl. Bangka Jakarta Selatan dikerjakan di sarana pemasaran online dengan 3 lokasi.

Hasil dari pengkajian jaringan, fasilitas itu dijumpai mengurus 5 account toko online yang lain.

Nilai penemuan tanda bukti berbentuk 26 tipe atau 188.395 pieces kosmetik dengan nilai keekonomian capai 5.8 miliar rupiah.Hasil dari

“Hasil dari pengecekan saksi dan pakar, PPNS BBPOM di Jakarta sudah memutuskan satu terdakwa kasus di Penjaringan Jakarta Utara.

Sedang untuk kasus di Jl. Bangka Jakarta Selatan masih juga dalam proses peningkatan untuk memutuskan terdakwa intinya,” papar Kepala badan POM.

Penemuan Kosmetik Ilegal di Bekasi

Kecuali di Jakarta, PPNS Tubuh POM bersama Korwas PPNS Mabes Polri sukses ungkap kasus pidana distribusi kosmetik ilegal memiliki kandungan bahan beresiko secara online di Rawalumbu Bekasi, Kamis (10/12). Nilai keekonomian penemuan capai mencapai 800 juta rupiah.

Pengusutan dikerjakan di sarana online dengan account inisial DS dan di bangunan ruko yang digunakan selaku gudang.

Tanda bukti yang diambil alih berbentuk 22 tipe kosmetik atau 21.516 pieces, 1 unit netbook, 1 unit kendaraan, 4unit HP, 1 bundel dokumen, dan 10 paket kardus kosong.

Memiliki kandungan Bahan Beresiko

X Tipe kosmetik ilegal memiliki kandungan bahan beresiko yang diketemukan di atas lapangan dikuasai oleh produk perawatan kulit/muka selaku pencerah/glowing (Kosmetik HN, Cream Malam, Cream Pagi) memiliki kandungan bahan beresiko merkuri dan tidak mempunyai ijin edar.

Modus yang dikerjakan ialah mengedarkan kosmetik ilegal secara online dengan penyimpanan produk kosmetik dalam ruko yang berperan sekalian selaku kantor dan gudang.

Pada penemuan di Jakarta dan Jawa Barat itu, seterusnya beberapa terdakwa akan diolah dengan sangkaan pelanggaran Pasal 197 Jo. Pasal 106 Ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 mengenai Kesehatan.

yang mengatakan jika tiap orang yang dengan menyengaja mengedarkan/membagikan produk sediaan farmasi tipe kosmetik tanpa ada ijin edar/pemberitahuan atau ilegal dipidana dengan sanksi hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda terbanyak 1.5 miliar rupiah.

Dalam melakukan peranan pemantauan, Badan POM secara berkaitan melakukan patroli cyber untuk mencari dan menahan peredaran obat dan makanan ilegal, terhitung kosmetik ilegal di medium daring lewat basis situs, sosial media, dan e-commerce.

Hasil dari patroli cyber itu, Badana POM memberi referensi ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Federasi E-commerce Indonesia (idEA) untuk penutupan (take down) basis yang lakukan perdagangan online produk ilegal.

Badan POM ajak warga untuk bersama membuat perlindungan diri dari pemakaian kosmetik ilegal terhitung memiliki kandungan bahan beresiko yang banyak diketemukan dipasarkan secara daring.

Warga disarankan selalu untuk ingat Check (Paket, Merek, ijin Edar ) saat sebelum beli atau konsumsi produk obat dan makanan. Warga bisa mendapatkan info mengenai produk obat dan makanan dengan gampang lewat situs sah Badan POM, media sosial sah Badan POM, atau kontak center HaloBPOM 1500533

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *