Virus nipah Gejala dan cara penularan

oleh -346 views
Virus nipah Gejala dan cara penularan
Virus nipah Gejala dan cara penularan

Gejala dan cara penularan-Beberapa pakar kesehatan di dunia cemas dengan teror virus Nipah sebagai wabah selanjutnya sesudah Covid-19 yang berjalan. Berikut Gejala dan cara Penularan virus Nipah, menurut WHO.

Berapa serius ancaman?


Tiap tahun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengevaluasi daftar panjang bakteri yang bisa mengakibatkan genting kesehatan warga untuk memutus fokus bujet penelitian dan peningkatan mereka. Mereka konsentrasi pada bakteri yang paling memberikan ancaman kesehatan manusia, yang mempunyai potensi jadi wabah, dan yang tidak ada vaksinnya.

Cara penularan virus nipah


Manusia bisa terkena virus Nipah lewat kontak langsung dengan kelelawar. “Tiap aktivitas manusia dengan kelelawar bisa dipandang seperti hubungan beresiko tinggi,” “Paparan semacam ini bisa mengakibatkan virus bermutasi, yang bisa mengakibatkan wabah,”

Seperti diambil dari situs WHO, infeksi virus Nipah ialah penyakit zoonosis yang ditularkan ke manusia dari hewan, dan dapat juga lewat makanan yang terpapar atau langsung dari orang pada orang.

Tingkat kematian bisa mencapai 75 % dan hingga saat ini tidak ada vaksinnya.

Gejala virus nipah

orang yang terkena,bisa mengakibatkan bermacam penyakit dari infeksi asimtomatik (subklinis) sampai penyakit pernafasan kronis dan ensefalitis atau radang otak fatal.

Orang yang terkena akan mengalami Gejala:

  • demam
  • sakit di kepala
  • mialgia (nyeri otot)
  • muntah
  • sakit tenggorokan.

Sebagian orang dapat alami pneumonia atipikal dan permasalahan pernafasan yang kronis, terhitung masalah pernafasan kronis.

Ensefalitis dan kejang dapat terjadi pada kasus yang kronis, dan berkembang jadi koma dalam kurun waktu 24 sampai 48 jam.

Periode inkubasi virus (jeda dari infeksi sampai munculnya Gejala) dipercaya sekitar dari 4 sampai 14 hari. Tetapi, periode inkubasi yang lama dapat capai 45 hari juga sudah disampaikan.

Banyak orang yang selamat dari ensefalitis kronis dan pulih keseluruhan, tapi keadaan neurologis periode panjang sudah disampaikan terjadi pada mereka yang selamat.

Seputar 20 % pasien alami resiko neurologis residual seperti masalah kejang dan perombakan personalitas. Sebagian kecil orang yang pulih selanjutnya kumat.

“Angka ini bisa beragam bergantung pada pandemi bergantung pada kekuatan lokal untuk surveylans pandemiologi dan manajemen medis,” tutur WHO.

pengobat virus

Sekarang ini tidak ada obat atau vaksin khusus untuk infeksi virus Nipah walau WHO sudah mengenali virus ini sebagai penyakit fokus dalam WHO Research and Development Blueprint.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *