Widget HTML Atas

Penyebab amandel pada orang dewasa dan anak

Penyebab amandel pada orang dewasa dan anak

Radang Amandel adalah peradangan amandel,dua bantalan jaringan berbentuk oval di bagian belakang tenggorokan, satu amandel di setiap sisi. Tanda dan gejala Radang amandel termasuk amandel yang membengkak, sakit tenggorokan, kesulitan menelan, dan kelenjar getah bening yang lunak di sisi leher.

Sebagian besar kasus Radang amandel disebabkan oleh infeksi virus yang umum, tetapi infeksi bakteri juga dapat menyebabkan Radang amandel.

Karena pengobatan Radang amandel yang tepat tergantung pada penyebabnya, maka penting untuk mendapatkan diagnosis yang cepat dan akurat. Pembedahan untuk mengangkat amandel, yang pernah menjadi prosedur umum untuk mengobati tonsilitis, biasanya dilakukan hanya jika Radang amandel bakteri sering terjadi, tidak merespons pengobatan lain, atau menyebabkan komplikasi serius.

Baca Juga: Cara menyembuhkan amandel dengan nanas

Gejala Radang amandel

Radang amandel paling sering menyerang anak-anak antara usia 7 tahun dan pertengahan remaja. Tanda dan gejala umum radang amandel meliputi:

  • Amandel merah dan bengkak
  • Lapisan atau bercak putih atau kuning pada amandel
  • Sakit tenggorokan
  • Menelan dengan susah payah atau nyeri
  • Demam
  • Kelenjar yang membesar dan lunak (kelenjar getah bening) di leher
  • Suara serak, tercekik atau parau
  • Bau mulut
  • Sakit perut, terutama pada anak kecil
  • Leher kaku
  • Sakit kepala

Tanda-tanda Radang amandel pada anak-anak bisa meliputi:

  • Mengiler karena kesulitan atau nyeri saat menelan
  • Menolak makan
  • Lekas ​​marah yang tidak biasa

Kapan harus ke dokter

Mendapatkan diagnosis yang akurat penting jika anak Anda memiliki gejala yang mungkin mengindikasikan tonsilitis.

Hubungi dokter Anda jika anak Anda mengalami:

  • Sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh dalam 24 hingga 48 jam.
  • Nyeri atau kesulitan menelan
  • Kelemahan ekstrim, kelelahan, atau mudah tersinggung

Dapatkan perawatan segera jika anak Anda menunjukkan gejala-gejala berikut:

  • Sesak napas
  • Kesulitan yang ekstrim untuk menelan
  • Ngiler

Penyebab amandel pada orang dewasa dan anak

Radang amandel biasanya disebabkan oleh virus biasa, tetapi infeksi bakteri juga bisa menjadi penyebabnya.
Bakteri yang paling umum menyebabkan Radang amandel adalah Streptococcus pyogenes (streptococcus grup A), bakteri penyebab radang tenggorokan. Strain strep lain dan bakteri lain juga dapat menyebabkan Radang amandel.

Mengapa amandel terinfeksi?

Amandel adalah garis pertahanan pertama sistem kekebalan terhadap bakteri dan virus yang masuk ke mulut. Fungsi ini dapat membuat amandel sangat rentan terhadap infeksi dan peradangan. Namun, fungsi sistem kekebalan amandel menurun setelah pubertas, faktor yang mungkin menjelaskan kasus Radang amandel yang jarang terjadi pada orang dewasa.

Baca Juga : 5 Cara menyembuhkan radang amandel

Faktor risiko

Faktor risiko tonsilitis meliputi:

  1. Usia dini. Tonsilitis paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi jarang pada mereka yang berusia di bawah 2 tahun. Tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri paling sering terjadi pada anak-anak berusia 5 hingga 15 tahun, sedangkan radang amandel virus lebih sering terjadi pada anak-anak yang lebih kecil.
  2. Sering terpapar kuman. Anak usia sekolah berhubungan dekat dengan teman sebayanya dan sering terpapar virus atau bakteri yang dapat menyebabkan Radang amandel.

Komplikasi

Peradangan atau pembengkakan amandel akibat Radang amandel yang sering atau berkelanjutan (kronis) dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  1. Sesak napas
  2. Gangguan pernapasan saat tidur (apnea tidur obstruktif)
  3. Infeksi yang menyebar jauh ke dalam jaringan sekitarnya (selulitis tonsil)
  4. Infeksi yang menghasilkan kumpulan nanah di belakang tonsil (abses peritonsillar)
  5. Infeksi streptokokus

Jika Radang amandel yang disebabkan oleh strep grup A atau strain bakteri strep lainnya tidak diobati, atau jika pengobatan antibiotik tidak lengkap, anak Anda berisiko lebih tinggi mengalami kondisi langka seperti:

  • Demam rematik, gangguan inflamasi yang memengaruhi jantung, persendian, dan jaringan lain.
  • Glomerulonefritis pasca-streptokokus, gangguan inflamasi pada ginjal yang mengakibatkan pembuangan limbah dan cairan berlebih dari darah secara tidak tepat.

Pencegahan

Kuman penyebab Radang amandel virus dan bakteri menular. Oleh karena itu, pencegahan terbaik adalah dengan mempraktikkan kebersihan yang baik. Ajari anak Anda untuk:

  1. Cuci tangan Anda secara menyeluruh dan sering, terutama setelah menggunakan kamar mandi dan sebelum makan.
  2. Hindari berbagi makanan, gelas, botol air, atau peralatan makan.
  3. Ganti sikat gigi Anda setelah Anda didiagnosis menderita tonsilitis.

Untuk membantu anak Anda mencegah penyebaran infeksi bakteri atau virus ke orang lain:

  • Jaga anak Anda di rumah saat sakit
  • Tanyakan kepada dokter Anda kapan anak Anda boleh kembali ke sekolah
  • Ajari anak Anda untuk batuk atau bersin ke tisu atau, bila perlu, ke siku mereka.
  • Ajari anak Anda untuk mencuci tangan setelah bersin atau batuk

Berlangganan via Email