Widget HTML Atas

Cara mengobati ruam popok pada bayi secara alami

Cara mengobati ruam popok pada bayi secara alami


Assalamualaikum,selamat pagi sobat sehat  banyak di luaran sana  orang sering bertanya kepada saya doc kenapaya  bayi saya bagian pantat nya sering mengalami kemerahan padahal saya sering ganti pampers nya itu kenapa ya?

Hari ini saya akan menjawab pertanyaan dari teman kita terkait pantat bayi yang mengalami kemerahan atau ruam popok yang biasa kita sebut ruam popok. Kenapa sih bayi bisa mengalami hal ini ini pertama-tama ruam popok itu apa ruam popok pada kondisi dimana kulit bayi terutama di bagian yang ditutupi oleh VOC atau Pampers mengalami iritasi biasanya ditandai dengan warna kemerahan kadang-kadang juga ada yang bruntusan ya di bagian pantat si bayi atau bisa juga  pada baian sekitar pantat dan mungkin di sekitar kelamin nya dan juga biasanya bayi merasa rewel nggak nyaman karena mungkin rasanya mungkin akan terasa gatal

Nah penyebab ruam popok ini sebenarnya macam-macam Ya Bu multifaktorial tidak hanya satu tapi mungkin kalau Ibu bisa memahami kondisi Bayinya bisa di cari tahu dulu

Penyebab ruam popok atau pantat bayi merah

1.Ukuran Popok tau diapers yang terlalu ketat atau kecil ukurannya
Popok kain yang biasanya bisa dipakai berulang kali cuman dia cuma berupa kain aja artinya Kalau baiknya bab kencing harus diganti ada juga yang pampers pampers adalah yang bisa dipakai sekali pakai tapi dengan durasi agak lama mungkin 4 jaman atau maksimal 5 jam. Nah terutama untuk Pampers ini sebenarnya ada ukurannya dulu ya. Jadi ada ukuran Newborn untuk bayi yang baru lahir kemudian ada ukuran S M L XL dan seterusnya tentunya ini ada tujuannya Kenapa Kerena bayi  pada dasarnya akan berkembang  otomatis besarnya agak cepat.

Baca Juga :15 Cara menyembuhkan biang keringat secara alami

Ganti Pampers yang ukurannya tidak sesuai dengan badannya Sering pakai nya terlalu ketat atau bahasa Jawanya ya itu sering banget menyebabkan namanya ruam popok ini kenapa Karena kalau otomatis ada udara yang masuk juga akan berkurang jadi kayak pengap kayak tertekan seperti itu bisa menyebabkan kondisi ruam popok terjadi pada bayi Anda

2.Kulit bayi anda sensitif
Kondisi kulit bayi Anda yang sensitif balik lagi bayi mungkin punya jenis kulit yang berbeda-beda tapi secara umum bayi memang memiliki kulit yang lebih sensitif jika dibandingkan kita orang dewasa Jadi kalau misalkan ada ketidakcocokan mungkin dari bahan perekat dari Pampersnya atau bahan kimia yang menyerap terutama untuk Pampers ya untuk menyerap kencingnya itu menyebabkan iritasi pada kulit juga bisa menyebabkan kemerahan atau bruntusan pada ruam popok ini pada bagian pantat maupun kelamin bayi anda.

3.Penggunaan Popok atau diapers yang terlalu lama
Bisa karena durasi pemakaian yang terlama contoh popok kain itu kan bisa dipakai berulang kali cuman  daya serapnya tidak begitu bagus artinya kalau misalkan si bayi habis kencing tidak langsung diganti atau  BAB tidak langsung diganti Itu bisa juga menyebabkan ruam popok karena kulitnya terlalu lama bersentuhan dengan urine atau babinya perbedaannya pada Pampers ya kalau emang daya serapnya lebih bagus biasanya 4 jam pun juga enggak ada masalah cuman ini juga harus perhatikan bayi kencingnya terlalu banyak memang sih bisa diserap tapi sebagian kan pasti juga menyebabkan lembab di sekitar tempat saya itu kalau tidak bersentuhan dengan bokongnya si bayi atau sekitar kelamin Kita juga bisa menyebabkan kondisi ruam popok ini.

 4.Kulit yang mengalami infeksi misalkan jamur
Cerita yang paling sering ini sebenarnya juga penyebab utamanya adalah kondisi Pampers atau popok yang digunakan lembab sekarang diganti Itu juga bisa jadi media bakteri untuk berkembang biak akhirnya kulitnya jadi iritasi.

5.Ketidak cocokan makanan ( untuk bayi yang sudah makan ya sudah MPASI 6 bulan )
Untuk bayi yang sudah makan ya sudah MPASI 6 bulan keatas kadang-kadang ada reaksi ketidakcocokan dengan makanannya Itu otomatis babinya juga bisa menyebabkan iritasi juga ya iritasi pada bagian pampersnya ini jarang sih tapi bisa terjadi juga seperti demikian.

Lalu Gimana nih cara mengatasi kondisi ruam popok ini yang terjadi pada bayi saya nih ?

Yang tentunya Ibu jangan panik dulu ya. Soalnya ini adalah kondisi yang bisa umum terjadi ya mungkin sebagian bayi mengalami and tapi kalau ibu tahu cara mengatasinya sebenarnya Gampang kok Penanganannya 

1.Ibu harus sering ganti Pampers atau popok nya kalau sudah bab atau kalau sudah agak berat

Pantatnya yang perlu diganti aja Itu tandanya dia sudah full kalau misalnya dibiarkan itu meningkatkan risiko untuk terjadinya jangan lupa ya Bu Nanti ibu jaga kebersihan tangan dulu cuci tangan dulu pakai sabun sebelum mengganti Pampers ya 

2.Jangan lupa juga Ibu harus membersihkan bagian pantat terutama dengan air

Pas ganti Pampers boleh pakai kapas yang bulat-bulat itu atau mungkin pakai tisu juga nggak papa kalau Saran saya beli pakai kapas yang belum jadi bisa langsung dibuang praktis itu bisa anda baca dulu pakai air jadi pastikan pas ganti itu juga ada bersihkan karena ada sisa kotoran sisa kencing masih nempel di situ Itu juga bisa menyebabkan kondisi ruam popok juga jadi baru sering bersihkan terutama pakai air ya air bersih ya 


3.kemudian juga Ibu bisa gunakan ceam anti ruam atau diaper rash cream

Diaper rash cream berapa gram itu bisa anda gunakan setiap Anda mengganti popok dari anak Anda atau bayi Anda atau juga bisa dari produk Sebamed ya ini saya nggak cuman mungkin bisa dipakai aja sayang banget krim itu juga bisa untuk mengatasi ruam popok sebenarnya ini ada merk cukup banyak ya nanti datang aja ke baby shop di tanyakan aja yang mana itu tergantung keinginan Ibu aja mau beli yang mana nggak ada masalah diingat untuk pemakaian krim diaper rash atau mungkin Skin Care untuk bayi sebaiknya pastikan kulit bayi kering dulu ya karena kalau bahasa tentunya ini juga bisa menyebabkan kulit nya kondisi kulit lebih lembab ini Rentan Rentan banget jadinya justru terjadinya ruam popok ini jadi pastikan ini kering dulu sebelum ada pakai diaper rash itu tadi smoga informasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua salam hidup sehat untuk kita semua.

Berlangganan via Email