Widget HTML Atas

Kesehatan anak usia dini berawal dari makanan dan kebiasaan

kids


Kesehatan anak-anak, baik secara fisik maupun psikologis, dimulai dengan asupan gizi yang diberikan sejak mereka masih dini. Ayo, simak pentingnya memperhatikan nutrisi untuk menjaga kesehatan anak.

Anda tentu mengerti bahwa kesehatan adalah harta paling berharga. Sehat dapat berarti kondisi yang baik dan bebas penyakit. Untuk mewujudkan kondisi ini, dibutuhkan nutrisi yang tepat. Nutrisi adalah zat makanan yang bila dikonsumsi seseorang dapat membawa kesehatan.

Jadi, kesehatan dan gizi sangat terkait. Mempersiapkan asupan gizi untuk anak-anak adalah hal penting yang harus dipertimbangkan orang tua. Karena asupan gizi yang diterima oleh anak-anak akan mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan mereka di masa dewasa nanti.

Dikutip dari Kompas.com, menurut Dr. Saptawati Bardosono, M.Sc, ahli gizi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pemenuhan gizi untuk anak-anak harus dilakukan tidak hanya sejak lahir tetapi sejak bocah itu masih di dalam perutnya

Manfaat nutrisi terbaik untuk anak-anak meliputi:

1.Merawat dan menjaga kesehatan

Nutrisi terkait erat dengan kesehatan dan peningkatan kualitas hidup. Nutrisi yang baik dapat membantu mengoptimalkan fungsi tubuh, mencegah dan membantu dalam menangkal penyakit.

2.Meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh

Sistem kekebalan anak terbentuk dari nutrisi yang ia miliki sejak usia dini. Nutrisi ini diperlukan untuk membentuk sel-sel kekebalan untuk melawan berbagai virus dan penyakit yang dapat menyerang kapan saja. Karena itu, anak-anak mudah sakit dan menjaga kesehatannya.

3.Sumber energi

Untuk bergerak, bergerak, dan berpikir, tubuh membutuhkan energi yang cukup. Energi diperoleh dari nutrisi yang dikonsumsi setiap hari pada asupan karbohidrat pada makanan.

Tahukah Anda bahwa kekurangan gizi dapat menyebabkan beberapa masalah pada anak-anak? Efek paling sederhana adalah membuat tubuh lemah dan rentan terhadap berbagai penyakit. Dalam jangka panjang, anak-anak yang kekurangan gizi akan mengalami masalah pertumbuhan dan perkembangan. Dari awal pertumbuhan fisik hingga perilaku anak-anak di masa dewasa.

Selain memperhatikan asupan makanan bergizi untuk anak-anak, Anda juga harus lebih memperhatikan biaya asuransi anak. Karena asuransi adalah bentuk cinta dan tanggung jawab kita kepada keluarga. Namun, asuransi mana yang terbaik untuk anak-anak?

4.Nutrisi yang tepat untuk anak usia dini

Pemberian nutrisi yang sehat dari anak dalam kandungan hingga usia 3 tahun dianjurkan. Ini untuk membantu mengembangkan pertumbuhan sel-sel otak pada anak-anak sejak mereka masih bayi.

Dari usia kehamilan 6 bulan hingga 2 tahun, pertumbuhan anak akan sangat cepat karena membutuhkan banyak nutrisi untuk menyeimbangkannya. Nutrisi penting yang dibutuhkan anak-anak dalam interval waktu ini adalah protein, karbohidrat, vitamin B1, B6, asam folat, yodium, zat besi, seng, AA, DHA, sphingomyelin, asam sialic dan asam amino seperti tirosin dan triptofan.

Semua kebutuhan ini dapat diperoleh anak-anak dari ASI (ASI). Itu sebabnya ibu dianjurkan untuk memberikan ASI setiap kali anak berusia dini.

Untuk anak di bawah lima tahun, pantau pertumbuhan anak dengan menimbang setiap bulan dan lengkapi kotak Kartu ke Kartu Kesehatan (KMS). Ini adalah alat untuk memantau pergerakan pertumbuhan karena catatan berat badan akan mencerminkan kecukupan gizi anak-anak.

5.Biasakan makan sehat

Di masa kanak-kanak, anak-anak harus mengonsumsi makanan yang mengandung energi, protein, vitamin, kalsium dan zat besi. Sebaiknya, perhatikan hal ini agar anak terbiasa makan sehat sejak awal.

6.Hindari camilan di luar rumah

Kenalkan beragam makanan sehat.
Biasakan sarapan dan menyediakan makanan saat Anda pergi ke sekolah.
Hindari kecenderungan untuk jenis makanan.
Jika anak mengalami kesulitan makan, ibu harus bersabar. Hindari memberi susu atau makanan favorit.


Kesehatan anak usia dini ditentukan tidak hanya oleh makanan tetapi juga oleh gaya hidup. Ketika anak-anak mulai sekolah, wajar saja jika mereka khawatir karena mereka tidak dapat sepenuhnya mengendalikan kesehatan anak-anak di sekolah. Karena itu, beri anak keterampilan kesehatan dasar berikut:
Biasakan mencuci tangan sebelum makan atau membersihkan hidung setelah bersin

Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun yang direkomendasikan oleh WHO mencegah kuman memasuki tubuh sehingga anak terlindungi dari berbagai penyakit. Jaga kesehatan anak usia dini dengan mengundang anak-anak untuk mencuci tangan secara teratur pada waktu-waktu tertentu. Idealnya, cuci tangan Anda dengan air mengalir selama 20 detik dengan sabun dan lakukan dengan teknik yang benar.

Ajari anak untuk selalu bercerita jika mereka jatuh, terbentur atau merasakan sakit di tubuh.

Ketika mereka bermain, anak-anak memiliki dunianya sendiri dan bereksplorasi dengan caranya sendiri, mulai bermain bola, puzzle, mobil mainan, rumah, dan petak umpet. Semua membutuhkan gerakan tubuh. Aktivitas bermain tentu berisiko, mulai dari jatuh, tergelincir hingga terkilir. Karena itu, Anda harus menanyakan kondisi bayi setelah bermain untuk menjaga kesehatan anak kecil. Membiasakan bertanya kepada anak-anak setelah kegiatan mereka di luar rumah juga dapat mendorong mereka untuk mengambil inisiatif untuk selalu bercerita jika sesuatu terjadi pada tubuh mereka.

Untuk anak-anak prasekolah, ajarkan untuk tidak makan sembarangan

Biasakan anak-anak dengan sarapan sebelum berangkat  keluar rumah. Juga, biasakan untuk membawa bekal anak-anak ke sekolah sehingga anak-anak tidak jajan sembarangan. Membawa bekal dari rumah tindakan tidak hanya dapat melindungi kesehatan anak-anak di sekolah, tetapi juga mengajarkan mereka untuk lebih hemat. Selain makanan pokok, siapkan juga cemilan. Membuat aneka makanan ringan di rumah juga bisa menjaga kesehatan anak usia dini.

Mengajarkan kesehatan anak usia dini sangat rumit. Kuncinya adalah kesabaran dan konsistensi untuk menerapkan kebiasaan baik ini secara terus menerus. Karena itu, anak-anak akan terbiasa menjalani kehidupan yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Berlangganan via Email