Widget HTML Atas

6 resep makanan untuk bayi 6 bulan di rumah

6 resep makanan untuk bayi 6 bulan di rumah



6 resep makanan untuk bayi 6 bulan di rumah yang sehat dan bergizi tinggi


Apakah bayinya hampir 6 bulan, tetapi masih bingung bagaimana cara membuat bubur bayi atau makanan pendamping seperti berusia 6 bulan?
gampang  yuk dibaca  resep  dibawah ini

1.Resep bubur jagung dan susu wortel

Resep bahan untuk bubur bayi dengan susu wortel manis:

  • 30 gram wortel kukus
  • 30 gram jagung rebus, dipipil
  • 30 ml air matang
  • 50 ml susu formula

Cara membuat bubur manis dari susu wortel:

  1. Masukkan wortel dan jagung rebus ke dalam blender.
  2. Nyalakan blender sambil menambahkan air sedikit demi sedikit.
  3. Setelah melunak, saring bubur dengan saringan.
  4. Campur dengan susu formula dan sajikan.


2.Resep untuk bubur brokoli dan kentang

Bahan resep untuk bubur bayi dengan brokoli:

  • 60 gram kentang kupas, potong dadu dan kukus
  • 3 bunga brokoli kukus kecil
  • 3 sendok makan air matang atau susu formula

Cara membuat bubur kentang dengan brokoli untuk bayi:

  1. Blender kentang rebus dan brokoli sampai lunak.
  2. Tuang bubur ke dalam mangkuk, lalu campur dengan air atau susu.
  3. Resep bubur ayam dengan nasi merah dan ayam Ati


3.Resep bahan untuk hati ayam beras merah hati bayi:

  • 3 sendok makan nasi merah
  • 2 potong hati ayam, rebus
  • 3 sendok makan air matang

Cara membuat bubur hati ayam bayi dengan hati coklat:

  1. Masukkan semua bahan ke dalam blender.
  2. Nyalakan blender dan tunggu sampai bubur memiliki tekstur yang halus.
  3. Tuang ke dalam mangkuk bayi dan bubur siap disajikan.

Tips sederhana tentang cara membuat bubur bayi

  1. Jangan memasak susu pada suhu tinggi; Ketika susu formula atau susu dimasak pada suhu 40 ° C, nutrisi probiotik yang berguna untuk pencernaan akan rusak.
  2. Jangan gunakan gula atau gula aren; Hindari penggunaan garam, gula putih dan gula aren pada bayi di bawah 1 tahun.
  3. Beri jenis sayur; Sayuran sangat penting untuk kesehatan anak-anak, tetapi hindari memberikan 3 jenis sayuran secara bersamaan sehingga bayi tidak mengalami diare.
  4. Sekarang, ini adalah tiga cara untuk mempersiapkan bubur untuk bayi yang sehat, dan beberapa tips sederhana untuk memasak resep bubur bayi yang disebutkan di atas.



Meski Anda siap menyantap makanan padat, tentu saja makanan bayi 6 bulan berbeda dengan makanan orang dewasa. Disarankan untuk mengolah makanan pendamping ASI (MPASI) itu sendiri, sehingga dapat menyesuaikan dengan nutrisi yang dibutuhkan bayi.

Pada usia 6 bulan, bayi dapat memegang kepalanya sendiri dan tertarik pada makanan yang dikonsumsi oleh orang-orang terdekat. Ini adalah waktu yang disarankan untuk menyediakan makanan pendamping atau MPASI.

Berbagai pilihan makanan untuk bayi berusia 6 bulan
Sekarang ada berbagai produk makanan bayi instan 6 bulan yang mudah ditemukan di supermarket. Namun, pengolahannya terlalu lama sehingga makanan bayi instan tidak mengandung banyak nutrisi dan vitamin. Inilah sebabnya mengapa disarankan untuk memproses makanan bayi Anda sendiri selama 6 bulan sehingga bayi bisa mendapatkan nutrisi dan vitamin yang tepat.

Awalnya, bayi berusia 6 bulan hanya bisa mengonsumsi sekitar satu sendok teh sayuran atau buah dalam makanan. Kemudian, porsinya secara bertahap akan meningkat seiring waktu.

Selain buah-buahan dan sayuran, makanan bayi 6 bulan juga dapat disiapkan dari berbagai makanan sehat lainnya. Beberapa pilihan makanan bayi 6 bulan, termasuk:

Sereal, disarankan untuk memilih bebas gluten.
Campuran buah-buahan dan sayuran, seperti alpukat, pisang, pir, kentang, wortel, brokoli, kol, bayam, apel, stroberi, wortel, anggur, tomat dan mentimun.
Daging bubur, seperti ayam atau sapi.
Tahu dibuat dari bubur.
Hancurkan kacang, seperti edamame, kacang dan kacang hijau.
Nah, sebagai langkah awal dalam menyediakan makanan bayi selama 6 bulan, Anda bisa menggunakan satu jenis bahan untuk membuat bubur. Berikut beberapa jenis bubur yang bisa Anda coba:


  • Bubur pisang
Pisang adalah buah yang kaya serat dan kalium yang aman untuk perut bayi. Namun, jangan memberi pisang terlalu sering karena berisiko menyebabkan sembelit.
Cara untuk melakukannya adalah dengan menghancurkan pisang dengan garpu, lalu tambahkan ASI atau formula penurun berat badan.

  • Bubur alpukat
Alpukat mengandung lemak baik yang bermanfaat untuk perkembangan fisik dan otak bayi. Hancurkan alpukat dengan garpu, lalu tambahkan ASI atau susu formula. Sisa alpukat yang belum digunakan bisa dimasukkan ke dalam wadah dan disimpan di lemari es.

  • Bubur beras merah
Sebagai makanan pokok yang tidak menyebabkan alergi, beras merah adalah pilihan yang tepat untuk makanan bayi selama 6 bulan, karena juga mudah dicerna. Selain itu, bubur beras merah juga baik untuk bayi, karena beras merah mengandung berbagai nutrisi, mulai dari vitamin B, asam folat, kalsium, natrium, seng, dan kalium.

Waspadai alergi makanan pada bayi

  • Ketika kita hanya menguji makanan padat, ia harus melihat apakah ia alergi terhadap makanan tertentu atau tidak. Tunggu hingga tiga hari sebelum berganti untuk memperkenalkan jenis makanan lain. Secara umum, dibutuhkan tiga hari untuk melihat reaksi alergi, terutama jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat alergi.
  • Telur, kedelai, ikan, susu sapi, kerang, dan gandum adalah beberapa contoh alergen makanan. Perawatan juga harus diambil dengan beberapa makanan karena mereka dapat menghasilkan gas di perut dan membuat bayi merasa tidak nyaman. Makanan yang mengandung gas termasuk kacang polong, pir, aprikot, kol, kembang kol, dan brokoli.
  • Hindari memberi madu kepada bayi setahun atau kurang untuk mengurangi risiko botulisme. Anda juga harus menghindari pemberian susu sapi. Bayi baru dapat diberikan susu sapi setelah usia satu tahun atau lebih. Meski begitu, pasokan produk yang terbuat dari susu sapi, seperti keju, umumnya aman untuk bayi.
  • Pengenalan berbagai makanan dan rasa bisa membuat bayi menyukai berbagai makanan dan mendapatkan banyak manfaat gizi. Jika ada jenis makanan yang tidak disukai anak Anda, coba berikan lagi setelah beberapa hari, karena selera bayi masih berubah. Untuk memastikan anak Anda menerima nutrisi yang diperlukan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi Anda.

Berlangganan via Email