Umumnya dalam pembuatan penganan ibarat tapai/tape atau roti, peranan ragi sangatlah penting. Lantas tahukah Anda fungsi dari masing - masing ragi ini?

* Ragi atau dikenal juga dengan sebutan 'Yeast' merupakan semacam tumbuh - tumbuhan bersel 1 yang tergolong dalam keluarga cendawan.
 Kandungan karbondioksida yang dihasilkan akan menciptakan suatu gabungan menjadi mengembang dan terbentuk pori - pori.


Jenis Ragi

Ada 2 jenis ragi  ragi padat dan ragi kering. Jenis ragi kering ini ada yang berbentuk butiran kecil - kecil dan ada juga yang berupa bubuk halus. Jenis ragi yang butirannya halus dan berwarna kecokelatan ini umumnya dipakai dalam pembuatan roti.

Sedangkan ragi padat yang bentuknya lingkaran pipih, sering dipakai dalam pembuatan tapai sehingga banyak orang menyebutnya dengan ragi tapai. Ragi ini dibentuk dari tepung beras, bawang putih dan kayu manis yang diaduk hingga halus, kemudian disimpan dalam kawasan yang gelap selama beberapa hari hingga terjadi proses fermentasi. Setelah tumbuh jamur yang berwarna putih susu kemudian ragi ini dijemur kembali hingga benar - benar kering.

Ragi padat mempunyai aroma yang sangat tajam dengan aroma alkohol yang sangat khas. Ragi tapai banyak dijumpai dipasar tradisional potongan rempah atau bumbu dapur.

Lain halnya dengan ragi kering jauh lebih simpel dalam penggunaannya. Aroma yang dihasilkannya pun tidak terlalu mencolok sebab memang khusus untuk pembuatan roti. Dalam penggunaannya, hampir semua orang lebih suka menggunakannya sebab tinggal dicampur dengan adonan. Ragi roti dapat diperoleh dipasar tradisional, swalayan, ataupun toko materi makanan ringan anggun (TBK).

Manfaat dan Penggunaannya

* Ragi padat, selain dimanfaatkan untuk fermentasi pembuatan tapai terkadang juga untuk mengempukkan ikan atau menciptakan pindang bandeng. Dalam penggunaannya, ragi padat harus dihaluskan sebelum ditaburkan dalam materi lainnya.
* Ragi kering yang terbentuk butiran dan bubuk ini dapat menciptakan gabungan roti menjadi mengembang, empuk dan lentur.
* Untuk pemakaiannya, ragi kering yang bentuknya butiran harus dicampur dengan air hangat dan gula semoga terbentuk 'adonan biang' sebelum dicampur dengan gabungan tepung.
* Sedangkan ragi kering yang bentuknya butiran halus atau ragi instan, cara pemakaiannya dapat eksklusif dicampur dalam gabungan tepung, gula, air dan materi lainnya.

Cara penyimpanan Ragi

Dalam keadaan tidak terpakai, ragi membutuhkan suasana hangat semoga sel - sel nabatinya tetap hidup untuk mengaktifkan kerjanya.
Ragi padat dalam keadaan normal lebih cepat rusak dan akan kehilangan daya peragiannya jikalau disimpan dalam suhu 2 derajat C selama 4 hingga 5 minggu. Ragi padat harus selalu disimpan ditempat hirau taacuh (lemari es).

Ragi kering yang terbentuk ibarat butiran halus ini umumnya terbungkus dalam kemasan timah yang mengandung nitrogen semoga tetap awet. Untuk penyimpanan tidak perlu disimpan ditempat yang hirau taacuh (lemari es), tetapi bila keadaan memungkinkan, menyimpan ragi ini ditempat hirau taacuh akan menambah kegunaan ragi.

Suhu ideal untuk menyimpan ragi kering semoga infinit dalam jangka waktu yang panjang ialah 7 derajat C dan perlu diperhatikan sesering mungkin.

Yang perlu diingat pada ketika membeli ragi, teliti tanggal kadaluwarsa pada kemasan dan pastikan kemasan dalam keadaan utuh dan kering. Khusus ragi kering, perhatikan jikalau kemasan sobek maka ragi sudah tidak hidup lagi dan tidak aktif dalam proses fermentasi.

Sumber artikel lautanindonesia[dot]com

Semoga bermanfaat!

Post a Comment

Previous Post Next Post